Pengembangan diri: Kegiatan belajar pembiasaan

Salah satu contoh kegiatan terprogram disekolah seperti pesantren kilat (sanlat).

Berdasarkan rujukan dari PUSAT KURIKULUM BALITBANG DEPDIKNAS yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat 10710, Telp. : 021-3804248, 3453440, Fax.: 021-3453440, bahwasannya ada beberapa kegiatan belajar pembiasaan dalam ranah pengembangan diri.

Berikut akan saya coba berbagi kepada saudara apa saja yang termasuk didalamnya.
Kegiatan belajar pembiasaan dibagi menjadi empat, diantaranya:
Kegiatan Rutin
Kegiatan Spontan
Kegiatan Teladan
Kegiatan Terprogram

Lalu, apa yang dimaksud dengan Kegiatan Rutin?

Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas, maupun di sekolah.

Apa tujuannya?
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik.

Seperti halnya:
Upacara
Senam
Sholat berjamaah
Pemeriksaan kesehatan
Pergi ke perpustakaan
Dll.

Jika kita sudah mengetahui Kegiatan Rutin, bagaimana dengan Kegiatan Spontan?

Inilah Kegiatan ke-2 yang akan saya coba berbagi kehadapan saudara dan mudah-mudahan masih terus membaca ya sampai selesai.

Apa yang dimaksud Kegiatan Spontan?
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang.

Lalu apa tujuannya?
Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
Membiasakan memberi salam
Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
Membiasakan antri
Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar, Dll.
Saya bersyukur tengah berbagi kepada saudara, pembaca yang budiman, akan beberapa penjelasan yang berkenaan dengan beragam kegiatan.

Berikutnya adalah Kegiatan Teladan. Sebagian orang yang berada diwilayah pendidikan hal ini tidaklah asing karena merupakan bagian dari tanggung jawabnya dan tentu saja menjadi keseharian. Tetapi tidak salahnya untuk sekadar berbagi atau mengingatkan kembali.

Apa yang dimaksud dengan Kegiatan Teladan?
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya.

Apa tujuannya?
Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik.

Misalnya?
Memberi contoh berpakaian rapi
Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik
Memberi contoh datang tepat waktu
Memberi contoh hidup sederhana
Memberi contoh tidak merokok, Dll.

Inilah kegiatan ke-4 yakni Kegiatan terprogram.

Apa yang dimaksud dengan Kegiatan Terprogram?
Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah.

Apa Tujuannya?
Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak.

Misalnya?
Seminar/workshop: AIDS, hemat energi, HAM/hak anak, dll.
Kunjungan: Panti asuhan, tempat/orang yang terkena musibah, tempat-tempat penting, dll.
Proyek: Lomba, pentas, bazaar dll.

Semoga bermanfaat.

(Fahmi Awaludin)

About fahmibogor

He is an English teacher, writer, communicator, cool man and do anything that he likes to do such as traveling, which is add new experience.
This entry was posted in Kurikulum and tagged . Bookmark the permalink.