Membedah teori Wells (1987) dalam ranah bahasa

Dulu ketika saya ada perlu karena tugas seorang dosen dan harus meminjam kepada seorang guru bahasa Inggris dan hasilnya tidak ada karena yang bersangkutan sedang tidak masuk. Akhirnya bertemu dengan kepala sekolah SMA yang begitu baik menerima saya akan kepentingan ini.

Kurang lebih satu tahun berikutnya, apa yang pernah saya lakukan kembali terulang. Persis ketika pelatihan KTSP di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Sayangnya materi yang disampaikan oleh pembicara dan saya miliki bahannya tertinggal di rumah. Tapi biarlah…. Padahal saya ingin sekali berdiskusi dengan bapak yang satu ini.

Berbicara tentang bahasa dan tentunya bahasa Inggris, sebagian sudah mengenal siapa Wells, minimal pernah membaca atau paling tidak cukup tahu saja teorinya. Dalam teorinya, Wells (1987) mengatakan terdapat empat tingkat literasi: performative, functional, informational dan epistemic. Berikut ini penjelasannya:
1. Pada tingkat performative, orang mampu membaca dan menulis dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan.
Inilah tingkat pertama dimana kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis dan berbicara dengan simbol-simbol
dimulai dan sebagai gerbang atau tahap ke arah yang lebih tinggi pada tingkat bahasa seseorang.

2. Pada tingkat functional, orang diharapkan dapat menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
seperti membaca bagian surat kabar yang diminati, membaca manual.
Jika Anda melihat seorang tengah asyik membaca surat kabar The Jakarta Post, atau membaca artikel bahasa, asyik
dalam kesehariannya yang bukan bahasa ibu nya (mother’s tongue) maka ia ada pada wilayah tingkat fungsional. Dan
ditargetkan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat mencapai tingkat fungsional.

3. Pada tingkat informational, orang diharapkan dapat mengakses pengetahuan dengan bahasanya.
Inilah tingkat yang diharapkan untuk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), karena mereka akan disiapkan ke jenjang
Perguruan Tinggi (PT) kelak. Seperti halnya mengisi isian berbahasa Inggris, berkomunikasi bahasa Inggris dan
wawancara serta mengakses beragam informasi dengan bahasa Inggris adalah bagian dari tingkat informasional.
sedangkan

4. Pada tingkat epistemic, orang diharapkan dapat mentransformasi pengetahuan dalam bahasa tertentu.
Inilah tingkatan yang paling tinggi dan diharapkan seseorang mampu mentransformasi pengetahuan dalam bahasa
tertentu, misalnya saja English for Specific Purpose (ESP) adalah bagian tanggung jawab dan kemampuannya.

Semoga bermanfaat. (Fahmi Awaludin)

About fahmibogor

He is an English teacher, writer, communicator, cool man and do anything that he likes to do such as traveling, which is add new experience.
This entry was posted in Kurikulum and tagged . Bookmark the permalink.