Macet oh Macet……

Julukan kota hujan bagi Bogor saat ini sudah tidak tepat lagi karena lebih tepat disebut kota sejuta angkot. Coba saja lihat di setiap pagi terutama saat anak-anak berangkat ke sekolah dan Bapak/ Ibu pada berangkat kerja ditambah dengan aktivitas lainnya yang terkadang diluar dugaan seperti mobil ditengah-tengah jalan tiba-tiba mogok atau kecelakaan lalu lintas yang dikarenakan pelanggaran yang disengaja demi melewati jalanan yang memang sudah dijejali dengan kendaraan roda empat, dua dan lainnya.

Kejadian hari Jum’at, 7 September 2012 pagi hari sekitar pukul 06.00-08.00 terjadi kemacetan yang sangat parah hingga beberapa kilo meter. Jalan Sholeh Iskandar yang merupakan jalan utama menuju dan dari pintu tol sentul selatan, cibinong, parung, bubulak, dan sejumlah perumahan mengalami hambatan. Dan setelah saya perhatikan disekitar jalan dari Taman Yasmin menuju jalan Sholeh Iskandar ternjadi perbaikan jalan di ruas kiri. Akibatnya jalan yang dibisa dilalui oleh kendaraan dengan dua mobil di arah tersebut, dengan terpaksa harus antri menjadi satu baris atau cukup satu mobil berderet. Sayangnya perbaikan tersebut minim informasi. Minimal dengan informasi yang disampaikan ke sejumlah pemakai jalan dapat menyiasati apakah lebih pagi atau tidak melalui jalur tersebut. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan di sekitar jalan KH Sholeh Iskandar menjadi terhambat. Lokasi sekolah tempat dimana saya mengajar pun ke bagian.

Lantas kenapa tidak melewati jalan alternatif? Hampir semua berpikiran gagasan itu muncul dan di benak saya juga. Sayangnya hamper sebagian besar melewati jalan alternatif dan akhirnya macet juga. Alasannya jalan di kota Bogor kecil, kendaraan banyak melewati jalan tersebut ditambah ada perbaikan jalan di Jl. KH. Sholeh Iskandar dan parahnya kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas kurang. Di sisi lain polisi lalu lintas berusaha menyiasti semua hal tersebut dengan sistem buka tutup (kaya di puncak saja) karena hamper setiap hari di jam kerja, perempatan lampu merah kurang berfungsi karena tadi itu, kesadaran pengguna lalu lintas sangat kurang. Semua berpikiran ingin cepat sampai dan apapun itu alasannya jalan trotoar pun dilalui juga.

Sungguh merupakan pemandangan yang kurang sedam didepan mata, setiap pagi di jam kerja. Tapi bagaimana lagi, setiap orang butuh jalan tersebut terutama lokasi tempat dimana mereka bekerja termasuk saya. Saya pun mencoba bersabar untuk tetap pada jalur yang semestinya dan tidak mencoba mengambil hak pejalan kaki yang mana mereka juga butuh seperti pengendara mobil, motor atau lainnya untuk melaluinya.

Pesan saya bagi siapa saja yang akan melewati Jalan KH Sholeh Iskndar atau jalan utamanya lainnya di Kota Bogor sebaiknya cermat dalam melihat waktu dan informasi yang ada. Karena dengan begitu minimal kita tahu apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dan tak pasrah begitu saja karena alasan tidak tahu informasi atau tak ada informasi yang didapat. Intinya menjemput bola dan tak harus menunggu bola datang laiknya pemain sepak bola professional.

Semoga Bermanfaat

Salam @Fahmi Awaludin

About fahmibogor

He is an English teacher, writer, communicator, cool man and do anything that he likes to do such as traveling, which is add new experience.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.