Sandal Jepit

Cerita ini berawal saat shalat berjama’ah Dzuhur telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan pembiasaan yang harus di ikuti oleh semua warga sekolah baik anak-anak SD, guru, OB, dll.

Ngomongin sandal jepit kayaknya ga akan habisnya baik itu warna, khas, harga, hilangnya yang terkadang didramatis melebihi hilangnya laptop dan semuanya tetap ada cerita. Dan di lingkungan sekolah terutama anak-anak SD, apalagi yang masih di kelas 1 dan 2, properti atau barang wajib saat shalat ke masjid bukan sekadar berfungsi untuk alas kaki tapi bukti identitas mereka. Sebut saja warna yang mengkilap, bergaris-garis, atau ornamen lainnya bahkan ada juga digambar agar dengan mudah membedakan dengan lainnya.

 

sandal-jepit

Kebiasaan merapikan sandal jepit saat berada di sekitar masjid sudah sedari dulu diterapkan di pesantrennya Aa Gym, hanya tidak semua tahu kebiasaan baik itu dan kalo pun tau enggan mempraktikannya. Kesadaran adalah jawaban yang tepat bagi saya atau lainnya untuk menjawab soal sandal jepit ini. Dan kalo pun mau dilakukan dengan baik kejadian sandal jepit yang tiba-tiba hilang, ke tukar karena sama bisa disiasati dengan baik.

Berikut ini tips agar kejadian tadi tak terulang kembali agar semua bisa merasakann nikmatnya beribadah di masjid tanpa memikrkan akan hilang saat hendak meninggalkan masjid. Seperti halnya dititipkan ke pengurus masjid, di simpan di tempat aman, masukin ke dalam tas jika ada tas, disimpan disemak-semak bunga atau pot, atau di gembok (ide bagus ya? hahaha). Pokoke atur aja agar lebih aman dan nyaman.

Semoga bermanfaat ya kawan.

Salam,

@Fahmi Awaludin

About fahmibogor

He is an English teacher, writer, communicator, cool man and do anything that he likes to do such as traveling, which is add new experience.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.